so high school.png

Content and Trigger Warning // BxB , mlm , incest , twincest , fluff , high school love , kissing

https://open.spotify.com/track/1GP8VW5Wk2w2obkWjGCGXd?si=639c2be16c1b41c6


‘liat depan! jangan liat aku pokoknya’

Sadewa baca. Diam sebentar, cukup untuk terlihat patuh—lalu tetap menoleh.

Refleks, Nakula langsung nutup muka pakai buku, gerakannya cepat dan berisik sedikit sampai kursinya kegeser. Bahunya kaku, dan kalau diperhatikan, ujung telinganya langsung merah.

Sadewa hampir ketawa. Sangat amat nyaris tertawa jika saja dari belakang, kursi mereka tidak disenggol.

“Anjir.”

Arjuna.

Kertas itu sekarang ada di tangannya.

Sudah terbuka.

Sudah dibaca.

“Serius?” bisiknya tajam. “’kiss me’? ‘one hour’? Kalian tuh belajar atau latihan jadi pasangan sinetron?!”

Nakula langsung tenggelam makin dalam di balik buku. “Balikin, Jun,” desisnya, suara kecil banget.

Sadewa cuma cekikikan pelan, jelas nggak merasa bersalah sedikit pun.

“LU KETAWA?!” Arjuna melotot.

Sadewa angkat bahu santai. “Salah sendiri kamu ngapain baca.”

Arjuna geleng-geleng, nyodorin kertas itu balik. “Gue nggak kenal kalian. Sumpah. Kalau ketangkep, gue pindah kelas.”